Menulis judul rilis media yang baik memegang peran penting dalam strategi public relations. Setelah berjam-jam bekerja menyusun pesan yang tepat dan memastikan rilis Anda terstruktur dan dikemas dengan baik, judul rilis yang buruk bisa menjadi penghalang bagi cara menarik perhatian media.
Sebagai penulis public relations, penting untuk memahami betapa esensialnya peran judul dalam menarik perhatian reporter, jurnalis, atau editor. Hal itu tidak kalah penting dengan pemilihan media promosi cetak.
Judul yang kreatif dan menjawab pertanyaan penting, akan membuat mereka lebih tertarik untuk membaca rilis Anda selanjutnya.
Oleh karena itu, sebelum mengirimkan rilis media, pastikan untuk memperhatikan dan merencanakan judul yang baik. Ini akan memastikan bahwa rilis Anda memperoleh perhatian yang layak dan membantu mencapai tujuan public relations Anda.
Bagaimana menulis Headline yang baik?
Berikut 10 Tips Teratas yang dapat dirangkum dari situs linux-xapple.org.
1. SATU BARIS SAJA.
Jika lebih dari satu baris, kemungkinan besar headline Anda tidak akan dirilis oleh jurnalis atau editor yang tiap hari sibuk menerima ratusan rilis media. Tampilkan headline yang tajam dan tepat, dan berusahalah untuk menarik jurnalis agar membaca rilisan selanjutnya.
2. KURANG LEBIH 5 KATA SAJA
Ingat dengan rumusan kata, 'kurang lebih'. Usahakan agar tiap kata digunakan secara efektif, alih-alih memakai terlalu banyak kata.
3. EDIT AGAR LEBIH SINGKAT
Langkah 1 dan 2 di atas mungkin perlu dilatih berulang-ulang, agar langkah ketiga ini dapat dikuasai. Berusahalah untuk menulis ulang dan edit. Jurnalis berpengalaman pun selalu melakukan hal ini sebelum mendapatkan judul yang tepat.
4. JANGAN BERUSAHA TERLIHAT TERLALU CERDAS.
Menulis headline untuk media cetak adalah bentuk seni praktis. Serahkan semuanya pada ahlinya, alias mereka yang mencari nafkah dari bidang itu, dengan kata lain, subeditor surat kabar.
Ingat, tugas utama sebuah tajuk utama surat kabar adalah menarik perhatian satu pembaca saja, yaitu seorang jurnalis atau editor yang sinis dan acuh tak acuh. Jadi, pastikan headline Anda menarik perhatian mereka.
5. SETIALAH PADA ESENSI CERITA
Judul harus meringkas cerita. Buat judulnya relevan. Jika headline terlalu flamboyan maka hampir pasti akan diabaikan. Jadi, pastikan sesuai dengan cerita yang diusung.
6. GUNAKAN UKURAN FONT YANG LEBIH BESAR DARI RILISAN LAINNYA
Jangan lebih kecil dari ukuran 12 untuk badan utama teks dan gunakan font ukuran 14 atau 16 atau lebih besar untuk judul atau judul Anda.
7. GUNAKAN GAYA FONT YANG SAMA DENGAN TEKS
Jangan pernah mengubah gaya font dalam rilis. Biasanya, Times New Roman adalah yang paling banyak diterima dan memiliki kesan profesional.
8. PERTEBAL HURUFNYA AGAR MENONJOL
9. PUSATKAN DI TENGAH HALAMAN.
10. PERIKSA KEMBALI EJAAN DAN KESALAHAN KETIK
Kredibilitas Anda akan sangat dipertanyakan jika dari judulnya saja sudah ditemukan kesalahan ketik.
Jadi, dengan memahami pentingnya judul dalam strategi public relations, Anda dapat memastikan bahwa rilis media Anda memperoleh perhatian yang layak dari media. Judul yang baik akan menjawab pertanyaan penting dan menarik perhatian reporter, jurnalis, atau editor untuk membaca lebih lanjut.
Jangan ragu untuk mencoba berbagai strategi dan gaya dalam menulis judul yang kreatif dan efektif. Dengan memberikan penulisan judul terbaik, Anda akan memastikan bahwa pesan Anda diterima oleh audiens target. Hal itu pada gilirannya akan membantu mencapai tujuan public relations Anda berupa cara menarik perhatian media dengan headline menarik.
Artikel Terkait: Rebranding