Aku mengadu padanya lirih hati ini,
Duka jiwa membungkam,
Luka Hati membenam,
Bagai tertusuk sembilu tujuh malam,
Berendam air mata darah,
Menangisi nasib di daerah ini.
Ibu,
Terasa begitu hina sekali diri ini,
Dipandang asing oleh teman sendiri,
Dilayan dingin oleh mereka,
Omongku disambut sepi,
Bagai tunggul hidup menanti reput,
Apa salahku ? Apa silapku ?
Dimana khilafku ? Dimana ..
Ibu,
Mengapa mereka sisihkan aku ?
Sedang aku telah sedaya mungkin melayan baik mereka,
Mengapa mereka usir jiwa ini ?
Sedang aku setiap saat cuba mendamaikan rasa,
Mungkin aku khilaf,
Bukankah yang namanya manusia itu tak pernah sempurna ??
Ibu,
Aku cuma menegur 'dia' dengan baik,
Namun sangkaannya terhadapku teramat buruk,
Terkadang aku bertanya pada jiwa ini,
Siapa aku baginya selama ini ?
Di mana letaknya aku dalam hatinya selama kami bersahabat ?
Seolah tiada walau satu kebaikan yang aku lakukan terhadapnya,
Ohhh memang benar kata manusia,
Disebabkan satu kejahatan kita manusia bisa melupakan segala kebaikan kita.
لكل شيء نهاية
هذا ما يجب ان ندركه منذ البداية
Setiap sesuatu itu ada pengakhirannya,
Inilah yang seharusnya aku sedar sedari permulaan,
Sedari perkenalan kita,
Sedari pertemuan kita,
Jiwa terobek,
Hati terkoyak,
Pedih, sakit, perit,
Bagai sudah berakhir nafas ini.
Namun ibu datang kembali,
Memberiku nafas baharu,
Menghadiahkan sinar baharu buat diri ini,
Lirik nasyid ini ..
Benar-benar menyentuh naluri yg sedang lara ..
"Kawan apalah yang kau kesalkan
Kerana Tuhan kau kehilangan kawan
Kerana kebenaran dihina
Jangan kau ragu dalam keimanan
Kadang-kadang kawan jadi lawan
Kadang-kadang lawan jadi kawan
Apalah disedihkan hati
Setiap insan di dalam kekurangan
Jangan sedih selalu tersisih
Bukan kau saja ditimpa malang
Ingatlah para Rasul mulia
Lebih terseksa menderita
Mereka bahagia dalam derita
Mereka kaya di dalam papa
Mereka memadai dengan Tuhannya
Itulah kebahagiaan
Di waktu sempit seorang diri
Kawan janganlah disedihkan hatimu
Tetapi mereka merasai ramai
Walaupun keseorangan "
#kamil_kamilah
#7FeBrUaRi2015